bro, ini ada tugas sastra... singkat sih... tugas semester 2 ni.h disusun tanggal 9 September 2011...........berkas lamaa..
semoga bermanfaat, bro!
---semoga bermanfaat, bro!
KESUSASTRAAN
Oleh: Hanif Fakhrunnisa
v Dalam
bahasa latin, sastra berasal dari kata literature, yang artinya huruf atau
karya tulis
v Dalam
bahasa Indonesia, sastra berasal dari bahasa sanskerta yang artinya alat untuk
mengajar.
v Ahli
kesusastraan mengatakan bahwa tidak mungkin dirumuskan definisi sastra secara
universal
v ‘sastra’
merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut sebuah karya dengan alas
an tertentu dan dalam lingkup kebudayaan tertentu.
v Teks-teks
sastra tidak terutama mengutamakan fungsi komunikatif, melainkan fungsi estetik
pada kebudayaan tertentu
v Suatu
teks harus disusun secara khas sesuai estetika pada budaya tersebut.
v Teori
adalah suatu sistem ilmiah atau pengetahuan sistematik yang menetapkan pola
pengaturan hubungan antara gejala-gajala yang diamati.
v Teori
berisi konsep hokum-hukum umum suatu objek ilmu pengetahuan dari satu titik
pandang tertentu.
v Definisi
mengenai hakikat fungsi dan tugas teori sastra tidak mudah dirumuskan. Istilah
yang digunakan untuk konsep yang paling mendasar pun berbeda.
v Rene
Wellek dan Austin Warren
·
Sastra adalah suatu kegiatan
kreatif, sederatan karya seni.
·
Teori sastra, kritik sastra dan
sejarah sastra merupakan cabang ilmu sastra.
·
Teori sastra merupakn studi
prinsip, kategori yang dapat dijadikan acuan di bidang sastra, sedangkan studi
terhadap karya-karya konkret disebut kritik sastra dan sejarah sastra
·
Ketiganya saling mempengaruhi dan
berkaitan
v Jan
Van Luxemburg, Mieke Bal dan Willem G. Weststeijn
·
Ilmu sastra adalah ilmu yang
mempelajari teks-teks sastra secara sistematis sesuai fungsinya di masyarakat.
·
Tugas ilmu sastra ialah meneliti
dan merumuskan sastra secara umum dan sistematis.
·
Teori sastra merumuskan kaidah
dan konvesi kesusastraan umum
·
Kegunaan ilmu sastra adalah
membantu kita untuk mengerti teks itu lebih baik sehingga kita lebih tertarik
membaca karya tersebut.
v Andre
Lafevere
·
Sastra adalah pengetahuan
kemanusiaan yang sejajar dengan bentuk hidup itu sendiri, pertanyaan tentang
sastra hanya bersifat absurd.
·
Istilah yang digunakan literary
knowledge (pengetahuan kesusastraan) untuk menghindari kesan teori sastra yang
telalu akademis.
v Klasifikasi
teori sastra
·
Tanaka
1.
Mikro
2.
Makro
·
Wellek
1.
Intrinsik
2.
Ekstrinsik
·
Abrams
1.
Objektif, memperhatikan aspek
karya sastra itu sendiri
2.
Ekspresif, menitikberatkan aspek
pengarang atau pencipta karya sastra
3.
Mimetik, mengutamakan aspek
semesta
4.
Pragmatic, pendekatan yang
menggunakan aspek pembaca
TEORI-TEORI OBJEKTIF
v Strukturalisme
·
Struktural formalis
Ø Cara
pendekatan dalam ilmu dan kritik sastra yang mengesampingkan data biografis,
psikologis, ideologis, sosiologis dan mengarahkan perhatian pada karya sastra
itu sendiri.
Ø Pelopor: roman jakobson, rene wellek, sjklovsky,
eichenhaum, tynjanov
Ø Karya
sastra merupakan sesuatu yang otonom
Ø Karya sastra merupakan sebuah struktur yang
terdiri dari unsure-unsur pembangun karya sastra
Ø Makna
sebuah karya sastra hanya dapat diungkapkan atas jalinan antar unsure
·
Struktural genetik
Ø Muncul
sebagai wujud ketidakpuasan terhadap teori struktural yang melihat karya sastra
sebagai sesuatu yang otonom
Ø Pendiri:
taine, Lucian goldman
Ø Karya
sastra tidak sekedar fakta imajinatif da n pribadi, namun juga sebagai cerminan
suatu budaya.
·
Struktural genetic
Ø Jembatan
penghubung antara teori struktural formalis dan structural genetik
Ø Structural
dinamik menekankan pada struktur, tanda dan realitas
Ø Tokoh:
Julia cristeva, roland bartes
v
Semiotik sastra
·
Ilmu yang mempelajari berbagai
objek, peristiwa atau kebudayaan sebagai tanda
·
Tokoh: ferdinan de aussure, jurij
lotman, Charles sanders pierce
v
New criticism
Hampir
sama dengan formalis, namun karya mereka lebih mengarah ke puisi sehingga jenis
sastra yang lain terabaikan
v
Dekonstruksi dan
post-strukturalisme
Dekonstruksi adalah istilah yang digunakan
untuk menyebut cara membaca sebuah teks berdasarkan pola pandang Jacques
derrida. Pandangan ini menentang strukturalisme yang menganggap teks mempunyai
makna yang sah
SOSIOLOGI SASTRA
Sastra mempunyai hubungan timbale
balik dengan masyarakat. Sosiologi
sastra berusaha meneliti pertautan sastra dengan kedekatan masyarakat.
v
Teori sastra marxis
Memandang
seni sebagai ‘alat perjuangan politik’, sehingga terlalu menekankan aspek
pragmatis sastra dan mengabaikan struktur karya sastra.
·
George lukacs; sastra sebagai
cermin
Karya
sastra tidak hanya mencerminkan individu, melainkan lebih pada proses yang hidup
dan bersifat objektif
·
Bertold brecht; efek alienasi
Menghindari alur yang
dihubungkan secara lancer dengan makna dan nilai-nilai universal yang pasti.
v
Teori neomarxisme
Hakikat karya sastra
dapat diketahui dari penelitian tentangatar belakang historisya. Hasil kritik
sastra bukan hanya sekedar interpretas sastra, namun juga model interpretasi.
TEORI-TEORI
EKSPRESIVISME
Teori yang memandang sastra
sebagai espresi dunia batin pengarang. Sering disebut teori pendekatan
biografi.
Teori
sastra romantic
Karya
sastra merupakan peluapan perasaan yang spontan. Unsur utama adalah perasaan
dan emosi penyair. Praktik kritik satra terpusat pada upaya menyelami jiwa
pengarang. Bersifat objektif, tergantung itensi pengarang.
TEORI-TEORI RESEPSI SASTRA
Teori
ini menggeserkan fokus penelitian dari struktur teks ke arah penerimaan atau
penikmatan pembaca.
·
Hans Robert Jauss: Horison
Harapan
Minat
utamanya bukan pada tanggapan seorang pembaca tertentu pada suatu waktu tertentu
melainkan pada perubahan-perubahan tanggapan interpretasi dan evaluasi pembaca.
·
Wolfgang Iser: Pembaca Implisit
pembaca
implisit merupakan suatu instansi di dalam teks yang memungkinkan terjadinya
komunikasi antara teks dan pembacanya. tugas kritik teks adalah menjelaskan
potensi-potensi makna tanpa membatasi diri pada aspek-aspek tertentu, karena
makna teks bukanlah sesuatu yang tetap melainkan sebagai peristiwa yang
dinamik,
dapat
berubah-ubah sesuai dengan gudang pengalaman pembacanya.
·
Psikoanalisis: Norman Holland dan
Simon Lesser
Pokok perhatiannya
adalah pengalaman pembaca yang dipengaruhi oleh Sastra. makna psikoanalisis
merupakan sumber bagi makna-makna lain. makna psikoanalisis harus dicari karena
tingkatan makna lain hanyalah manifestasi historis atau sosial.
·
Konvensi Pembacaan: Jonathan Culler
Studi Sastra harus
menerangkan konvensi-konvensi yang memungkinkan
suatu
karya sastra dapat dipahami.
INTERTEKSTUALITAS
kajian terhadap
sejumlah teks (sastra), yang diduga mempunyai bentuk-bentuk hubungan tertentu,
misalnya untuk menemukan adanya hubungan unsur-unsur intrinsik seperti ide,
gagasan, peristiwa, plot, penokohan, (gaya) bahasa, dan lainnya, di antara teks
yang dikaji. Karya sastra yang dijadikan dasar penulisan bagi karya yang
kemudian disebut sebagai hipogram. Istilah hipogram, barangkali dapat
diindonesiakan menjadi latar, yaitu dasar
Komentar
Posting Komentar