Bismillahhirrahmanirrahim
Yaa
Allah, Segala puji bagi-Mu, Dzat yang telah menciptakan manusia dari tanah. Yaa
Rahman, sesungguhnya diri ini berlindung kepada-Mu dari ketidakpedulian dan
besarnya kesombongan. Yaa Ghafar, sesungguhnya diri ini memohon ampun atas
kealpaan tulisan dan rendahnya pengetahuan.
Catatan
ini bermula karena sebuah percakapan dengan seorang adik. Adik ini belum
memakai jilbab. Dia adalah adik ngaji, masih awal-awal kuliah. Semoga Allah member
hidayah kepadanya. Aamiin yaa Mujibussaailin. Yaa Rahiim, Inni uchibbuhaa
fiLLah..
Adik : mbak, syurga itu kayak gimana?
Ane : Syurga? Mbak juga belum tau, dik. Akal
manusia gak mampu untuk membayangkan bentuknya syurga. Kalo di surah
al-bayyinah, jannah (lebih suka pake jannah J) itu berada di atas
sungai-sungai, sejuk. Di sana manusia
kekal abadi.
Adik : terus gimana tentang suami istri, mbak?
Ane : kalo suami shalih dan istri shalihah, in syaa Allah
bertemu di jannah, dik J
Adik : kalo salah satu nggak soleh, mbak?
Ane : in syaa Allah dapat yang lebih baik,
dik.. hemm nggak perlu dirisaukan, dik. Yang penting kita beramal shalih agar
masuk jannah.
Adik : terus?
Ane : laki-laki akan mendapat 70 bidadari,
dan seorang bidadari dari bumi, semoga kita termasuk bidadari itu, dik..
aamiiin Yaa Rahman Yaa Rahiim
Adik : ha? Dapet 70 bidadari mbak? Kita cuma dapet satu mbak?
Ane : J *sambil menatap matanya
iya, dik.. tapi kita tetep yang
tercantik, karena telah mendapat banyak ujian di dunia, adik cantik..
Adik : kok gitu ya mbak?? Aku amoral gitu ya? *nada biasa
Ane :
J
amoral, dik? (sedikit bergetar)
Adik : he em, mbaaaak
Ane : …….
Tidak dipungkiri
setiap manusia mempunyai rasa cemburu. Tidak hanya terjadi pada wanita, namun
juga terjadi pada lelaki. Wajar bukan? Ya, cemburu sama seperti cinta yang
merupakan fitrah manusia.
Allah telah berjanji
akan memberikan beberapa istri di Jannah bagi para penghuninya. Subhanallah..
Bisa membayangkan perasaan wanita bumi mendengarnya? Tentu saja, betapa cemburunya
mereka. Sang suami tercinta, yang saat ini mendampingi hidupnya tanpa ada
pesaing lainnya, suatu saat nanti akan diperebutkan dengan oleh banyak wanita. Iya
kan? Iya, walaupun belum menikah, tapi ane bisa bayangkan hal itu.
Satu catatan yang
perlu kita pahami, perasaan di atas adalah bayangan kita yang belum pernah
mengintip indahnya jannah. Dan tentu saja, yang namanya bayangan, belum pasti
benarnya. Lebih-lebih, bayangan untuk sebuah suasana baru, yang sama sekali
belum pernah terbesit dalam perasaan manusia. Jannah nan penuh kenikmatan.
Bayangan Tentang
Surga, Pasti Meleset!
Sehebat apapun
bayangan kita tentang jannah, realita yang ada di surga pasti akan berbeda dengan
apa yang kita bayangkan. Kita yang saat ini mungkin sempat membayangkan, betapa
sedih dan cemburunya, ketika suami diperebutkan oleh bidadari indah nan jelita.
Namun pastikan bayangan kita tidak akan sesuai dengan relita di jannah. Karena
bayangan apapun tentang jannah, belum mewakili apa yang sejatinya terjadi di
surga.
Hal ini telah
ditegaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadis
Qudsi, bahwa Allah ta’ala berfirman,
أَعْدَدْتُ
لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ
خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang sholeh, surga yang
belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah ada telinga yang mendengarkannya,
dan belum pernah terbesit dalam hati manusia.”
Kemudian Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah di surat
As-Sajdah ayat 17,
فَلَا
تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا
يَعْمَلُونَ
“Tidak ada jiwa yang
mengetahui surga yang Aku rahasiakan untuk mereka, sebagai balasan terhadap apa
yang telah mereka lakukan.” (HR. Bukhari 3244, Muslim 2824, Turmudzi 3197, dan
yang lainnya).
Sehingga kita tidak
perlu khawatir bawaan perasaan semacam ini hanya ada di dunia dan akan pupus
setelah kita meninggalkan negeri fana ini. Bayangan kesedihan, cemburu,
permusuhan, yang muncul di jiwa manusia, tidak akan berulang ketika mereka
masuk surga.
Mereka Telah
Dibersihkan Sebelum Masuk Surga!
Diantara nikmat Allah
yang diberikan kepada penduduk surga, Allah bersihkan mereka dari setiap
kotoran hati ketika di dunia.
Dari Abu Said Al-Khudri
radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang-orang
mukmin akan dibebaskan dari neraka, kemudian mereka berhenti dikumpulkan di
qantharah, tempat antara surga dan neraka. Kemudian ditegakkanlah qishash
diantara mereka akibat kezaliman yang terjadi di antara mereka di dunia.
Setelah dibersihkan dan disucikan, barulah mereka diizinkan masuk surga…” (HR.
Ahmad 11095 dan Bukhari 6535).
Setelah dibersihkan,
mereka masuk surga dengan hati tanpa beban, hati yang bersih. Sirna sudah
segala penyakit benci, dengki, hasad, sedih, bingung, yang dulu mereka alami di
dunia. Dinukil dari Ibn Abbas dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum, bahwa
mereka menjelaskan, Bahwa penduduk surga
ketika hendak masuk surga, mereka minum mata air, kemudian Allah hilangkan
segala penyakit kebencian dalam hati mereka.Kemudian mereka minum mata air yang
lain, lalu kulit mereka bercahaya dan wajahnya bersinar cerah. (At-Tadzkirah,
Qurthubi, hlm. 499)
Tidak Ada Permusuhan
dan Cemburu, meskipun suami memliki 70 bidadari, kita tidak akan diliputi rasa
sedih dan cemburu. Semua itu telah Allah hilangkan. Yang kita alami dan dialami
oleh semua penduduk surga, mereka akan merasa menjadi makhluk paling bahagia.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“…masing-masing mereka memiliki dua istri. Sumsum tulang betisnya
kelihatan dibalik daging, karena saking indahnya. Tidak ada perselisihan dan
permusuhan diantara mereka. Mereka sehati, senantiasa bertasbih mensucikan
Allah, pagi dan sore.” (HR. Bukhari 3245, Muslim 2843, dan yang lainnya).
Ini semua sebagaimana
yang Allah tegaskan melalui ayat-Nya,
وَنَزَعْنَا
مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ
”Kami lenyapkan segala
rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara
duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS. Al-Hijr: 47)
Sesungguhnya,
yang lebih ane khawatirkan adalah, apakah diri ini pantas masuk jannah? padahal diri ini tak sanggup berada di neraka..
Yaa Rahman, Yaa Ghaafar maka terimalah amalan shalih kami, dan terimalah taubat kami..
Wallahu’alam
Sumber:
#pengalaman pribadi
#al-Qura’an
Al-Kariim
#Hadits
#Muslimah.Or.Id Penulis:
Ustadz Ammi Nur Baits




Komentar
Posting Komentar