Langsung ke konten utama

"ku" vs Bu Dina..Sepenggal Cita, Semoga Terwujud, BiidzniLLah

Bismillahirrahmanirrahim..
Kelaaaaak, Pengen di rumah aja... membuat penghuni rumah nyaman di rumah... dan jadilah baiti jannati...
Tapi tetep belaja setinggi-tingginya, s2, s3, kalau ada rizki. In syaa Allah, ada, dicari. Bi idzniLLah..





Tahu kenapa?
Salah satunya terinspirasi sama bu Dina... #ehhh.. kok bisa? Beliau kan....
Iya! Beliau itu..... ahhhh sepakat sama ulama'..

Terinspirasi karena beliau yang kayak gitu bangga banget sama dirinya. Beliau bangga-banggain ini lho saya ibu rumah tangga tapi calon profesor. Ini lho saya...

Hemmm
Biar biidzniLLah, kalau misal bisa membalas argumen bu Dina... dengan mengatakan,
"Perkenalkan nama saya Hanif Fakhrunnisa, sama seperti bu Dina, saya seorang ibu rumah tangga. Saat ini, saya sedang membuat jurnal ilmiah untuk pendidikan s3 saya. 11 12, hampir mirip dengan studi bu dina, saya mengambil studi kajian timur tengah, hampir sama dengan hubungan internasional studi yang bu Dina jalani. Saya dan bu Dina hampir sama. Karena sejujurnya, sedikit banyak saya memang terinspirasi dengan bu Dina (dalam beberapa hal). Bedanya, In syaa  Allah, saya (akan) punya 11 (lebih kalau bisa) anak yang in syaa Allah hafidz hafidzah. Dan kami mendirikan rumah tahfidz di rumah."

Huhuhuhu
Gak lurus nih niatnya... pasti ada yang mikir gitu.
Ehem
Bismillah..
Saat ini sedang menata niat. Menata niat terus. Menyusun target.. meluruskan tujuan...
Tapi tulisan di atas salah satu motivasi...

Ya, kalau qadarullah, setelah usaha, ternyata gak bisa s2 apalagi s3......semoga ada yang begitu. Karena menurutku itulah sosok ideal yang bisa menjadi 'tandingan' bu Dina.
FYI......Bu Dina itu banyak banget followernya. Hiks hiks...bener-bener marmos kalau baca komentar mereka..

Kalau qadarullah, tidak terwujud semua....senoga ada yang terwujud...semisal, menjadi hafidzah, punya anak banyak, bekerja sebagai penjaga dan pengatur rumah suami (ibu rumah tangga), pendidik generasi (terutama anak), mendirikan rumah tahfidz, terutama untuk anak-anak... huhuhu banyak bangetttt.. yg s2 s3 bisa direlakan, kan tetep sekolah yang lain. Tapi yang sebelumnya, semiga terwujud Yaa Rabb..

Rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa dzyriyatina qurrata'ayun..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...