Langsung ke konten utama

Pembebas Masjid Al-Aqsha # Yusya' bin Nun

Oleh: @HaniFakhrunnisa

1. Banyak keistimewaan yang dimiliki Masjid Al-Aqsha, Palestina. Beberapa diantaranya, Masjid Al-Aqsha merupakan kiblat pertama ummat Islam

2. Masjid Al-Aqsha merupakan masjid kedua yang dibangun di bumi, setelah Masjidil Haram.

3. Masjidil Aqsha merupakan salah satu dari tiga masjid istimewa. Shalat di dalamnya lebih utama 500x dibanding di masjid lain.

4. Tidak dianjurkan untuk melakukan perjalanan kecuali menuju tiga masjid: masjid al-Haram, masjidku ini (masjid Nabawi) dan masjid al-Aqsha

5. Palestina, negeri tempat Masjidil Aqsha berada merupakan tempat akhir ketika Nabi isra' dan titik awal Nabi mi'raj.

6. Palestina merupakan Negeri Para Nabi. Mengapa? Karena di sana ada banyak makam nabi, seperti Nabi Ibrahim, Ishaq, Sulaiman, Musa, Daud.

7. Pestina juga adalah Negeri tempat dikumpulkan dan dihidupkan kembali semua  manusia, dari sejak Nabi Adam hingga generasi akhir zaman.

8. Dalam sejarahnya, ada tiga Pahlawan Pembebas Palestina, yaitu Yusya bin Nun, Umar bin Khathab dan Shalahuddin Al-Ayubi.

9. Siapa Yusya' bin Nun? Beliau adalah pemuda (fataa) yang menemani Nabi Musa menemui Nabi Khidir. Sebagaimana dalam surah Al-Kahfi ayat 60.

10. Yusya' bin Nun (Joshua) merupakan seorang Nabi setelah kematian Nabi Musa.

11. Nabi Musa wafat sebelum membebaskan Palestina dari Jababirah, pasukan berbadan besar dan perkasa. (Al-Maidah: 20-23)

12. Selanjutnya, Nabi Yusya' melanjutkan perjuangan Nabi Musa memimpin Bani Israel untuk membebaskan Palestina

13. Nabi Yusya' membuat syarat untuk menjadi pasukannya. Hal tersebut terdapat di Shahih Muslim bab 19 hadits no. 4327.

14. Nabi Yusya' melarang ikut berjihad kepada 3 orang, pertama bagi orang yang sudah menikah tapi belum bercampur dengan istrinya;

15. Kedua, orang yang membangun rumah tapi belum membangun atapnya..

16. Ketiga, orang yang memelihara kambing namun belum memerah susunya. Nabi Yusya' melarang mereka ikut berjihad

17. Syeikh Anwar Al-Awlaki Asy-Syahid: "Pidato itu menegaskan, pasukan Pembebas AlAqsha hanya mereka yang tidak digandoli kehidupan dunia."

18. Nabi Pembebas AlAqsha ini mencari kemurnian ikhlas anggota pasukan jihadnya, bukan banyaknya jumlah. Allah saja yag jadi harapan jihad.

19. Nabi Yusya’ bersama pasukannya berbaris sampai pinggiran Al-Quds saat solat Ashar hari Jumat. Padahal dilarang berperang pada hari Sabtu

20. Nabi Yusya’ berseru, "Wahai Matahari, kau terima perintah Allah, akupun terima perintah Allah. Ya Allah hentikanlah matahari!"

21. Rasulullah: "Matahari tak pernah dihentikan untuk manusia kecuali untuk Yusya’ ketika hendak bebaskan Baitul Maqdis."

22. Allah hentikan matahari dan berikan Nabi Yusya’ bin Nun dan pasukan Mujahidin kemenangan.
🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

September 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...