Langsung ke konten utama

Merindukanmu, sahabatku


Ada banyak orang2 yg bertengkar hebat tapi kemudian menjadi sahabat karib sampai akhir hayat.
Masa' kita sebaliknya, sahabat karib, bertengkar kecil, malah jadi musuh selama2nya.
*Tere Liye

.
_______ 




.
Ingatkah kita pernah menikmati senja di sana (lihat foto)?
Foto ini kuambil bersama keluarga, adapun foto2 kita masih tersimpan rapi di sini dan di sini (dada)
.
Aku rindu masa2 itu, kita saling membutuhkan.
Aku rindu kau mencari dari jauh, datang ke rumah, agar aku mendengar hafalan Quranmu.
Aku rindu ketika beberapa kali dalam sepekan kita menghabiskan waktu bersama, saling menyimak muraja'ah hafalan, saling mendengar, berdiskusi tentang masa depan, cita-cita, dan keluarga.
.
Aku rindu masa2 itu, ketika kita saling melengkapi.
Bertengkar tentu pernah, tapi sepersekian menit, salah satu dari kita akan melunak dan melunakkan yang lain.
.
Aku rindu keberanian aku dan kamu ketika kita telah bersama,
Mulai bisnis dari 0, mengembangkannya.
Dan ketika aku memenuhi janjiku padamu, jalan2 ke pantai, berdua. Sebuah rencana gila.
Karena kita sama2 tak tau jalan ke sana, dan hanya kamu yg bisa mengendarai 2 roda besi itu.
Alhasil, kita mengandalkan GPS, dan khawatir daya habis, beberapa kali kita bertanya pada pak polisi lalu lintas. Haha
Begitupun ketika pulang, yah mengandalkan bertanya kepada warga.
Alhamdulillah bisa pulang.
.
Aku rindu..
Apakah kau juga rindu..?
Uhibbuki fillah..
Semoga Allah selalu menjagamu..
Semoga hafalanmu semakin mutqin.
Semoga kita bisa bertemu di Surga.
Semoga ....
Illa`l-liqā' fī jannati`l-a'lā
.
__________
17 Syawal 1437 H
Sahabat yg merindukanmu,
HF


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...