Langsung ke konten utama

Ciyee kritisnya


ada yang bilang, "kalian ngambil dalilnya cuma yang shahih, atau maksimal hasan. padahal dulu pernah ada pembantaian muslimin oleh Mongol sampai kitab-kitab dibakar dan ditenggelemkan di sungai Tigris sampai sampai sungainya berubah menjadi hitam karena tinta. jadi apa masih yakin hadits yang kalian pakai itu shahih?"
.
hemmmm apa yang bilang itu belum kenal teori isnad (sanad) hadits, ya(?)
musnid dan perawi hadits itu hafal ribuan hadits. hafal ya bukan mbaca apalagi googling.
.
mungkin juga,
belum pernah denger al-hijr ayat 9 ya?
“Sungguh Kami telah menurunkan Adz-Dzikr (Al Qur’an), dan Kami pula yang benar-benar akan menjaganya“.
sebagaimana Allah menjaga al-Quran, Allah juga menjaga Islam.
.
wallahu a'lam..
.
kritis itu boleh..
tapi mbok ya pada tempatnya..
katanya disuruh bikin status kalau mau njawab, gak boleh di kolom komentar. hehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...