Langsung ke konten utama

Ikhlaskanlah Hijrahmu, Rahasiakanlah Masa Lalumu




"Ini aku sebelum hijrahku, pake pakaian mini tanpa jilbab.

Setelah hijrah, sekarang aku pakai pakaian lebar dan tertutup (baca: syar'i)."

"Ini aku sebelum hijrahku, anak band. Bahkan aku sering manggung ke mana-mana.
Setelah hijrah, aku sudah tidak lagi mendengarkan musik."

"Ini aku sebelum hijrahku, status sosial mediaku berisi kegundahan hati.
Setelah hijrah, status dunia mayaku berisi tausiyah dan nasihat."

"Ini aku sebelum hijrahku, aku sering ke cafe, party, mall.
Setelah hijrah, aku sering ke masjid, kajian dan taklim."

"Ini aku sebelum hijrahku, pacaran sama doi.
Setelah hijrah, aku memutuskannya dan yakin jodoh tidak akan tertukar sehingga bersabar."

Maa syaa Allah.. Semoga istiqamah, saudariku sayang..
Aku mencintai kalian karena Allah.

Tapi, ukhti sayang..
Kenapa harus kau tampakkan maksiatmu di masa lalu?
Sudah sampaikah kepadamu dosa mujahirun?

Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali MUJAHIRIN (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.” (H.R Bukhari dan Muslim)

Menampakkan kemaksiat di masa lalu, bukanlah suatu kebenaran. Justru sebuah dosa karena terang-terangan dalam kemaksiatan.

Apa dampak perbuatan ini?
+ pelaku perbuatan ini menyebabkan Allah Azza wa Jalla marah terhadapnya.
+ Pelaku perbuatan ini telah mengharamkan bagi dirinya sendiri ampunan Allah Ta’ala.
+ Manusia akan merendahkan pelaku perbuatan ini dan meninggalkannya.
+ Diperbolehkan bagi kita untuk memperbincangkannya karena keburukannya tersebut.

Na'udzubillahi min dzalik..
Ayo, ukhti..
Cukuplah kita simpan rapat-rapat masa kelam kita.
Dan bersyukurlah Allah sangat menyayangi kita sehingga menutup aib kita dari khalayak.

Wallahu a'lam..

'Fwan
Baarakallahu fiikunna

Nb:
Masih banyak faedah lainnya dari hadits tersebut.

Meneguhkan hati,
Hanif Fakhrunnisa
16 Rabiul Awwal 1438 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...