Langsung ke konten utama

I Want To Be Locked Up

(Thoughts from a harried mom, who is beginning to think some time in a minimum-security, white collar crime prison is looking pretty good.)
I want to be locked up
Away from everything,
Free from all the craziness
A mother's day can bring.
No planning, shopping, cooking
Three healthy meals a day,
Served up with love to finicky kids
Who throw most of it away.
No constant interruptions,
Dirty laundry on the floor,
Driving everyone every place,
Sibling rivalry (It’s war!)
No one asking me to do things,
Getting mad if I forget,
Me giving up my very self—
I’m the family marionette.
Prison sometimes looks appealing
(Or maybe the looney bin),
I get free time and three square meals;
With nothing to do, I win!
I want to be locked up
For freedom, time and such,
There’s just one obstacle for me:
I love my kids too much!
By Joanna Fuchs

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...