Langsung ke konten utama

My Miracle Mother

Mom, I look at you
and see a walking miracle.
Your unfailing love without limit,
your ability to soothe my every hurt,
the way you are on duty, unselfishly,
every hour, every day,
makes me so grateful
that I am yours, and you are mine.
With open arms and open heart,
with enduring patience and inner strength,
you gave so much for me,
sometimes at your expense.
You are my teacher,
my comforter, my encourager,
appreciating all, forgiving all.
Sometimes I took you for granted, Mom,
but I don’t now, and I never will again.
I know that everything I am today
relates to you and your loving care.
I gaze in wonder
as I watch you being you—
my miracle, my mother.
By Joanna Fuchs

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...