Langsung ke konten utama

# Faidah & Ngompori bisa bahasa Arab (2)

# Asal Kata “Lafdzu Jalalah Allah” (Beberapa Faidah Bahasa Arab)

Bahasa Arab memilki banyak keutaman dan keunikan (telah kami susun dalam 4 tulisan, klik : satu,dua, tiga dan empat). Dan Allah telah memilih bahasa Arab sebagai bahasa untuk menjelaskan agama yang mulia ini.

Berikut kelanjutan beberapa faidah bahasa Arab (artikel sebelumnya,klik di sini)
Asal Kata “Lafdzu Jalalah Allah”
ومعنى الله : الإله، وإله بمعنى مألوه أي: معبود، لكن حذفت الهمزة تخفيفاً لكثرة الاستعمال، وكما في (الناس)، وأصلها: الأناس، وكما في: هذا خير من هذا، وأصله: أخير من هذا لكن لكثرة الاستعمال حذفت الهمزة، فالله عز وجل أحد.
Makna (asal) Lafdzu Jalalah Allah “Al-Ilah” dan “Ilah” bermakna “Ma’luh” yaitu disembah dan diIbadahi. Akan tetapi dihapus huruf “Hamzah” (dari “Al-Ilah) sebagai bentuk memperingan (ucapan) karena seringnya digunakan.

Sebagaimana kata “An-Naas” (manusia) Asalnya adalah “Al-Unaas” (hamzah dihapus)
Sebagaimana kata “Hadza KHAIRUN min Hadza” maka aslinya adalah “ Hadza AKHYARU min Hadza”
Akan tetapi karena seringnya digunakan maka hamzah dihapus. Maka Allah ‘Azza wa Jalla Maha Tunggal.[1]

Asal kata ilmu “An-Nahwu”
Bahasa Arab terkenal dengan dua cabang ilmu yaitu nahwu dan sharaf (meskipun ada cabang yang lain). Sejarah penggunaan kata “nahwu” sebagai berikut:
Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhuadalah yang pertama kali mencetus ilmu Bahasa Arab, beliau menyusun pembagian kalimat, bab inna wa akhowatuha, idhofah, imalah, ta’ajjub, istifham dan lain-lain, kemudian memerintahkan kepada Abul Aswad Ad-Dualiy untuk mengembangkan sambil berkata,
انح هذا النجو
“Unhu hadzan nahwa!” (ikutilah yang semisal ini),
maka istilah ilmu Nahwu diambil dari perkataan Ali bin Abi Thalib.”[2]

Hamzah An-Nafi’ (maknanya bisa berlawanan, padahal huruf asal sama)
والإقساط ليس هو القسط، بل هو من فعل رباعي، فالهمزة فيه همزة النفي، هذه الهمزة هي همزة النفي، إذا دخلت على الفعل، نفت معناه، فالفعل (قسط)، بمعنى: جار، فإذا أدخلت عليه همزة (أقسط)، صار بمعنى: عدل، أي: أزال القسط، وهو الجور، فيسمون مثل هذه الهمزة همزة السلب، مثل خطئ وأخطأ، خطئ، بمعنى ارتكب الخطأ عن عمد، وأخطأ: ارتكبه عن غير عمد
Kata “Al-Iqsaath” tidak sama dengan “Qisth”, bahkan dia merupakan “fi’il ruba’i” (ada 4 huruf). Maka huruf hamzah pada “Al-Iqsaat” adalah Hamzah An-Nafi’. Jika hamzah ini masuk kepada “Fi’il” (kata kerja) maka akan menafikan maknanya (maknya berlawanan).
Misalnya “Qisatha” maknanya: menindas/salah, maka jika dimasukkan hamzah jadi “Aqsatha” maka jadilah maknanya: Adil yaitu hilangnya penindasan/tidak adil.
Maka dinamakan juga hamzah ini dengan hamzah As-Salb. Misalnya kata “Khati’a” dengan Aktha’a”. Kata “Khati’a bermakna melakukankesalahan dengan sengaja. Sedangkan “Akhta’a” artinya melakukan kesalahan tanpa sengaja.[3]

Penyusun: Raehanul Bahraen
[1] Syarh Al-Aqidah Al-Wasitiyah syaikh AL-‘Utsaimin, program maktabah salafiyah
[2] lihat Qowa’idul asasiyah lillughotil arobiyah hal 6, Sayyid Ahmad Al Hasyimi, Darul Kutub Al-‘Ilmiyah
[3] Syarh Al-Aqidah Al-Wasitiyah syaikh AL-‘Utsaimin, program maktabah salafiyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...