Langsung ke konten utama

Melepaskan

Sekuat apapun hati, namun kita tahu kehilangan akan mampu merombak pertahanan. Melepaskan jauh lebih sulit ketika upaya keras sudah dilalui.
~ Teh Lia

Sabar dan syukur itu kunci. Kalau kehilangan, percaya saja pada Allah akan ada ganti yang semisal atau bahkan lebih baik dan lebih tepat..

Kata Tere Liye, "Lepaskanlah.."
Melepaskan yang memang tak tergapai karena bukan rizki dan jodoh, agar hidup penuh ketenangan dan kesyukuran.
Adapun kesabaran itu tak pernah khianat.

Hanya diri sendiri dengan izin Allah yang mampu menyatukan serpihan hati yang remuk. Karena kau sendiri yang mengijinkan orang lain mematahkannya.
Bukankah begitu?

HF
Diselesaikan 13.00
Sabtu, 29 Agustus 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...