Langsung ke konten utama

~MENIKAH ITU 'HARUS' SAMPAI MATI. (in syaa Allah)


.
.
‪#‎Mitsaqan‬ Ghaliza
.
Mitsaqan Ghaliza mengandung arti perjanjian yang kokoh.
Dalam Al Qur'an kata mitsaqan ghaliza hanya dipakai 3 kali saja:
.
1. Allah membuat perjanjian dengan para Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa (Al Ahzab 73:7)
.
2. Allah mengangkat bukit Thur di atas kepala bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia pada Allah (An Nissa 4:154)
.
3. Allah menyatakan hubungan pernikahan (An Nissa 4:21)
.
Perjanjian pernikahan antara suami dan istri disejajarkan dengan perjanjian para Nabi, perjanjian dengan bani Israil, sesuatu yang agung dan berat:)
.
Bercermin dari 3 poin penting dalam Mitsaqan Ghaliza, maka semua hamba Allah akan mengalaminya (seizin dan sekehendak Allah) yakni hanya untuk poin 3, yakni pernikahan.
.
Allah telah menetapkan pernikahan sebagai perjanjian penting. Saat ijab qabul dilakukan memiliki makna bukan perjanjian antara 2 insan saja, melainkan perjanjian langsung dengan Allah tabaraka wa ta'ala. Sungguh menikah memiliki kedudukan yang istimewa dalam sebuah perjalanan hidup manusia. Menikah dapat menundukan pandangan dan memelihara kemaluan, itulah janji Allah untuk hambanya.
.
Aduhai nestapa jika manusia tak menjadikan menikah sebagai pelindung dari perbuatan zina.
Menikah dapat dijadikan sarana untuk lebih mendekatkan diri pada Allah, banyak pahala melimpah ruah didalamNya, jika ikhlas dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Dan Rasulullah menguatkan dakwahnya saat bersama istri-istrinya,Itulah tauladan Rasul tercinta kita.
.
Menikahlah ukhty, agar terjaga kehormatan..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...