Langsung ke konten utama

Ramah, Rangkul Mereka

Masih suka aplod foto, di rimop dari pertemanan.

.
Belum berhijab ngga diaprop pertemannya,
.
pake jilbab modis dijauhi dan ngga diajak bicara,
.
Dengan alasan,
teman akan menentukan siapa kita.
.
Dengan alasan,
Menghindari penyakit hati.
.
Memang,
Teman adalah gambaran siapa kita tapi menjaga jarak dengan mereka yang belum seperti kita adalah secuil kesombongan.
.
Kenapa?
Takut terkena penyakit hati, iman nya goyang atau kita telah merasa diri kita paling baik??
.
Maka,
Hati kita lah yang seharusnya di tata kembali.
.
Bagaimana kita bisa menebar kebaikan bila kita hanya ingin dekat dan bergaul dengan yang sepadan?
.
Bukankah mereka juga saudara kita?
.
Bukankah tugas kita mengajaknya?
.
Lalu,
Bila kita enggan mendekat, bagaimana mereka bisa mengetahui yang benar?
.
Tak perlu lah menjauh,
apalagi mengasingkan.
Kalau bukan karena Allah, kita pun masih tersesat di jalan yang salah.
.
Lalu,
Saat Allah menunjukkan jalanNya, kenapa kita tak berusaha menuntun yang lainnya?
.
Terus tebarkanlah kebaikan,
Berikan pengetahuan.
Walau mungkin dia menolak atau mengelak,
Bukankah dakwah itu tugas kita?
.
Semakin tinggi,
Semakin merendahlah,
Semakin pintar,
Semakin ramahlah.
.
Bila takut imannya goyang, maka perkuatlah.
Karena memang,
Semakin tinggi iman seseorang maka semakin berta ujian.
Tetap bergaul dg orang² Shalih tetapi tetap berbagi dan mengajak mereka yg masih jauh dari agama pada kebaikan..
.
Ini prinsip saya,
Berteman dengan siapa pun tanpa harus membedakan.
Rok mini,
Celana ketat,
Bergamis,
Maupun bercadar.
I am welcome☺
.
Bisa jadi,
Saya adalah jembatan hidayah untuk mereka.
Saya yakin,
Saat saya ramah, hangat dan humble maka mereka semakin ingin mendekat.
.
Lalu akhirnya,
Mereka pun ingin seperti saya.
Tapi,
Jika saya menjauh, memandang rendah dan melecehkan mereka,
Mereka akan semakin minder dan menganggap cadar ku tak sesuai akhlakku.
.
Maka,
Rendahkan hatimu,
Kabarkan pada mereka akan kewajiban (syariat islam).
Di dengar atau tidak,
Yang penting sudah menyampaikan.
.
Rangkul mereka,
Sirami jiwa nya yang penuh kegersangan,
Bukan menjauh merendahkan.
Karena,
Semakin tinggi ilmu semakin rendah hatimu.
Maka,
saya punya banyak kawan dimana pun dan dari kalangan apapun.
.
Tinggal bagaimana saya menguatkan iman agar tak terombang ambing godaan syetan...
.
Ramahlah,
Karena aku, kamu, dia juga mereka adalah sama.
Saudara seiman yang mendambakan surgaNya.
 .
By : Ukhti Fillaah Hafizah Khaira Lubna
(dg sedikit editan)
.
*Sangat mewakili Isi hati 😘
.
'afwan wa baarakallaahufiikum
Salam Kenal dan Persahabatan
🌻Ari Ummu Irhabiy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...