Langsung ke konten utama

Shalat Wanita di Mana?


Sebaik-baik sholat wanita itu di rumah, bahkan di dalam kamar khusus.
Tapi tidak ada larangan bagi wanita untuk sholat di masjid, bila syarat2nya terpenuhi.

Bagi laki2, sholat 5 waktu harus di masjid berjama'ah dg imam.
Namun, untuk sholat sunnah lebih baik di rumah.

*_Dalil sholat wanita lebih baik di rumah_*

1. Ayat yang selalu saya ingatkan kepada teman2 muslimah:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Wa qarna fii buyuutikunna wa laa tabarrujna tabarruja al-jahiliyyati al-uulaa

*“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu”* (QS Al Ahzab: 33).

2. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, *“Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki”* (HR. Tirmidzi no. 1173, shahih).

3. Dari Ummu Salamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ

*“Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.”* (HR. Ahmad. hadits ini *hasan dengan berbagai penguatnya*).

4. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

*“Shalat seorang wanita di rumahnya lebih utama baginya daripada shalatnya di pintu-pintu rumahnya, dan shalat seorang wanita di ruang kecil khusus untuknya lebih utama baginya daripada di bagian lain di rumahnya”* (HR. Abu Daud no. 570. hadits ini shahih).

Kenapa sampai wanita lebih bagus shalat di rumahnya, bahkan lebih bagus di ruangan di kamarnya yang lebih khusus untuknya? *Karena seperti itu akan lebih menutupi dirinya*

5. Imam Nawawi (salah seorang ulamaa madzhab syafi'i) rahimahullah menjelaskan, *“Shalat jama’ah bagi wanita itu lebih baik di rumahnya daripada mendatangi masjid. … Dan shalat wanita di rumahnya itu lebih menutupi dirinya dan lebih afdhol”* (Al Majmu’, 4: 198).


*_dalil tidak boleh melarang wanita ke masjid_*

Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda,
“Janganlah kalian melarang istri-istri kalian untuk ke masjid, namun shalat di rumah mereka (para wanita) tentu lebih baik.”

_*syarat wanita boleh sholat di masjid*_

1. Ijin suami/wali

“Jika istri kalian meminta izin pada kalian untuk ke masjid, maka izinkanlah mereka.” (HR. Muslim).

2. Tidak memakai wangi2an dan hal yg menimbulkan fitnah

Ini sama penjelasannya kyk jilbab syar'i

* An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Keluarnya wanita ke masjid, jika tidak menimbulkan fitnah dan selama tidak menggunakan harum-haruman.”

* Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلاَ تَشْهَدْ مَعَنَا الْعِشَاءَ الآخِرَةَ

*“Wanita mana saja yang memakai harum-haruman, maka janganlah dia menghadiri shalat Isya’ bersama kami”* (HR. Muslim no. 444).

* Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

*“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur”*😭😭😭 (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

3. Tidak terjadi ikhtilath (campur baur dg laki2)
Maka kalau sudah salam, lebih baik langsung pulang.
Agar tidak 'tabrakan' dengan laki2.
Atau pulang terakhir.

Ummu Salamah:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salam dan ketika itu para wanita pun berdiri. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tetap berada di tempatnya beberapa saat sebelum dia berdiri. *Kami menilai –wallahu a’lam- bahwa hal ini dilakukan agar wanita terlebih dahulu meninggalkan masjid supaya tidak berpapasan dengan kaum pria.”*(HR. Bukhari)

________

*"Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...