Langsung ke konten utama

[Surat Kecil Untuk Kalian di Masa Depan]



.
Hai, Dik..
Sekarang kau belum berwujud, Dik..
Bunda tak tau bagaimana dirimu kelak..
Berapa jumlah kalian, apakah 2, 3, 4 atau 5. bilangan terakhir itu yg bunda pinta kepada Ar-Rahim.
Bagaimana fisik kalian, berkulit sawo matang atau putih, rambut ikal atau lurus, badan jangkung atau sedang.
.
Bagaimanapun kalian nanti, yang bunda tau.. Bunda sangat merindukan kalian, dik..
Rasa sayang di hati hadir bertahun-tahun sebelum bunda mengetahui siapa ayah kalian, Dik.
.
Tahukah kamu, Dik?
Karena rasa sayang yang diberikan Allah tersebut, bunda mulai belajar tentang parenting, belajar tentang homeschooling. Untuk mempersiapkan kehadiran kalian nanti.
Tapi, Dik..
PR utama bunda bukan tentang ilmu, tapi menata emosi menghadapi anak2. .
Dik,
Karena sayang dari Allah tersebut..
Bunda sedang merajut doa2 terbaik dari para nabi untuk kalian, dik..
.
Rabbanā hablanā min azwājinā wa dzurriyyatinā qurrata a'yun wa ja'alnā lilmuttaqīna imāma
.
Rabbi muqīma shalatii wa min dzurriyatī
.
Dik, bunda usahakan kelak kau akan jumpai seorang ayah yg shalih, yg tak luput sholatnya di masjid, rutin dan mencintai ilmu, dan berilmu dg sebenarnya.
Karena kata teman bunda:
"Carilah suami yg shalih dan berilmu, jika ia marah ia gunakan ilmunya sehingga tak akan menyakitimu"
.
Dik,
Bunda memegang petuah dari seorang dosen, "Kita tidak bisa memilih lahir di keluarga yg bagaimana. Namun kita bisa memilih menjadi orangtua yg seperti apa."
Begini maksud bunda, dik..
Bunda tau, bunda tidak sempurna.
Saat ini banyak cacat, kelak juga belum sempurna.
bagaimanapun bunda (dan abi) mndidikmu... semoga kalian tidak menyesal terlahir dan dibesarkan oleh kami.
.
Beginilah bapernya bunda, dik.
Menulis surat-surat kecil untukmu, belajar parenting dan berdoa untk kalian, dik..
.
Dik,
Kita akan belajar bersama mencari ridhaNya dan ke Jannah brsama.
.
Sungguh, ada bagian hati yg merindukan dirimu, dik.. ^^
.
.
27 DzulHijjah 1437
Bunda,
Seseorang yg sedang merindu,
Aku akan memberikan surat ini kepada mereka, in syaa Allah ^^
@nisaa_ummumaryam
#rindu #menatahati #genapsantai #parenting #mendidikanak #mendidik #pegenjadiibu #calonibu #ibu #anak #cinta #istri #mom #wife

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...