Cerita ini
bermula ketika HMJ mengadakan sebuah acara tahunan dengan tema Arab. Acara ini
berlangsung selama 2 hari berturut dengan berragam acara. Salah satu acara yang
diadakan adalah Seminar hmmmm lebih
tepatnya bedah buku.
Buku yang
dibedah adalah buku karya Ustadz Felix Y. Xiauw dan Sayf Muhammad Isa. Hayooooo
tau nggak, judul bukunya….?
Yappp,
judulnya “The Chronicles of Ghazi”..
Ahhh.. bukunya
bagus, sangat keren. Buku sejarah dengan sudut pandang Islam, so ini buku
objektif melihat sejarah. Sebenarnya buku ini merupakan trilogy, namun baru
dwilogi yang sudah diterbitkan. Adapun HMJ hanya akan membedah buku pertama, “The
Chronicles Ghazi” dengan narasumber ustadz Sayf Muhammad.. subhanalllah..
Tentang apa
sih itu buku?
hayoooooo tau gak ? hehehee
Ghazi……..apa itu? Ghazi itu sebuah sematan untuk seorang pembela agama, dalam hal ini Muhammad Al-Fatih. J Hmmm Subhanallah, aku sungguh sangat mengagumi Muhammad Al-Fatih. Inget kan, Al-Fatih itu sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah pasukan terbaik…
Ghazi……..apa itu? Ghazi itu sebuah sematan untuk seorang pembela agama, dalam hal ini Muhammad Al-Fatih. J Hmmm Subhanallah, aku sungguh sangat mengagumi Muhammad Al-Fatih. Inget kan, Al-Fatih itu sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah pasukan terbaik…
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hambal Al-Musnad 4/335]
Maa Syaa
Allah. Muhamamad Al-Fatih atau Mehmed 2
adalah penakluk Konstantinopel (kota paling strategis dari dulu hingga
sekarang), sekarang Spanyol. Muhammad Al-Fatih sejak baligh kagak pernah
ketinggalan sholat jama’ah di masjid (walau cuma telat takbir pertama), kagak
pernah meninggalkan sholat rawatib dan qiyamul lail.
Nah, salah
satu lawan dari Muhammad Al-Fatih adalah Dracula. Kok namanya lebih santer
daripada Al-Fatih yeee? Yaiyalah bro, lha wong ‘Barat’ mencoba memutar
sejarah dengan memperkenalkan Dracula sebagai sosok penghisap darah dan kagak bisa
mati yang ada di novel Dracula karangan Bram Stoker yang terbit pada tahun
1895. Jadi ‘Barat’ ingin menghapus peran besar Muhammad Al-Fatih penakluk
Konstantinopel dan sekaligus penakluk Dracula dengan menciptakan novel Dracula.
Halah, itu novel cuma fiktif belaka!!!
Dracula itu
sebenarnya sebuah gelar yang diberikan kepada seorang penguasa sebuah
negeri di daratan Balkan bernama Wallachia (sekarang Romania bagian selatan).
Nama asli Dracula adalah Vlad, tepatnya Vlad III yang usianya .
Kenapa bisa dapat
gelar Dracula? Hemmmmm Vlad III mendapatkan gelar Dracula karena ayahnya, Vlad
II, bergelar Dracul (naga). Dalam bahasa Romania, akhiran ulea bermakna
anak-dari. Dengan demikian gelar Draculea maknanya anak dari Dracul atau Putra
Dracul. Pada perkembangan selanjutnya penyebutannya menjadi Dracula saja.
Tau gak sih……….?
Dracula adalah
seorang penguasa yang amat kejam baik bagi rakyatnya sendiri maupun bagi kaum
muslim. Karena kekejamannya ini, dia mendapatkan gelar yang tidak sedap, yaitu “
Țepeș”, yang berarti Pemancang. NGERI, TRAGIS dan KEJAM!!! Dia gemar sekali
membunuh orang-orang yang berseberangan dengannya dengan cara dipancang
(menusuk dari bagian anus hingga tembus ke dada atau leher dengan tiang
pancang). Tiang pancang itu kemudian ditegakkan di tanah seperti tiang bendera.
Sultan
Muhammad al Fatih dan Dracula kemungkinan sempat tumbuh bersama di Edirne, dan
kemungkinan besar mereka saling mengenal. Banyak pecah pertempuran antara
keduanya, dan salah satu pertempuran yang cukup terkenal adalah Pertempuran
Malam (The Night Attack, atau Atacul de Noapte de la Targoviste) yang pecah
pada tanggal 17 Juni 1462. Pertempuran ini dilatarbelakangi oleh sikap Dracula
yang menolak membayar Jizyah (pajak, kn wajib membayar jizyah bahi nonmuslim).
Tidak hanya itu, dia juga menyerang Bulgaria (yang ketika itu telah menjadi
wilayah Khilafah Ustmani) kemudian membantai 23 ribu orang Turki dan orang
Bulgaria dengan cara dipancang. Ketika mengetahui hal itu, Sultan Muhammad al
Fatih membangun sebuah pasukan besar untuk menyerang Dracula dan menaklukkan
Wallachia. Pertempuran Malam adalah salah satu fase pertempuran yang terjadi
dalam upaya menaklukkan Wallachia dan menaklukkan Dracula ini.
Nah,,, Ketika
mengetahui perbuatan Dracula, Sultan Muhammad al Fatih segera membentuk sebuah
angkatan perang yang disebut-sebut berjumlah besar setelah jumlah yang beliau
kerahkan ketika menaklukkan Konstantinopel. Pada tanggal 26 April atau 17 Mei
1462 M, Muhammad al Fatih memberangkatkan pasukan besar ini di bawah
pimpinannya sendiri menuju Wallachia.
ehhh ternyata, Seorang adik
tiri Dracula yang telah masuk Islam yang bernama Radu (Radu cel Frumos atau
Radu The Handsome alias Radu si Ganteng, mungkin karena memang wajahnya ganteng
(hehehe, seganteng apa ya??) ikut dalam perang ini. Dia memimpin 4000 pasukan
berkuda. Untuk menghadapi serangan ini, Dracula meminta bantuan kepada Mathias
Corvinus, Raja Hongaria. Untuk memuluskan terkabulnya permohonan ini, Dracula
berjanji bahwa dia akan berpindah dari Kristen Ortodoks kepada Kristen Katolik
(agama memang bukan urusan penting bagi Dracula!!!). Sayangnya Corvinus tidak
memedulikan permohonan itu. Sebelum pertempuran, dipercaya bahwa Dracula
berkata begini kepada pasukannya, “Adalah lebih baik agar mereka yang
memikirkan kematian untuk tidak mengikuti aku.”
Pasukan kaum
muslim menyeberangi sungai Danube yang lebar hingga tiba di Vidin. Di sana,
mereka harus mundur karena ditembaki panah oleh pasukan Dracula. Namun dengan
perjuangan yang gigih akhirnya seluruh pasukan muslim berhasil menguasai
wilayah itu dan mengusir pasukan Dracula. Pasukan
muslim kemudian terus bergerak maju. (gak takut perang, berani mati :-) )
Untuk menghadapi gerak maju ini, Dracula
menggunakan taktik bumi hangus. Dia menghancurkan apapun yang dia anggap bisa
berguna bagi pasukan muslim. Selain itu dia juga membuat rawa-rawa dengan
membelokkan aliran sungai agar pasukan muslim sulit bergerak. Berbagai binatang
ternak dan binatang buruan ditangkapnya dan dibawanya ke hutan agar tidak ada
hewan yang bisa diburu pasukan muslim untuk dijadikan bahan makanan. Dia juga
meracuni air sungai dengan cara meletakkan berbagai jenis bangkai di dalamnya.
Selain itu, bermacam jebakan pun dibuatnya. Dia memerintahkan orang-orangnya
yang mengidap berbagai penyakit mematikan seperti TBC, Sipilis, dan Lepra,
untuk menyamar dan berbaur dengan pasukan muslim. Sehingga penyakit-penyakit
ganas itu pun kemudian tersebar di tengah-tengah pasukan muslim. Pada perang
itu Dracula sudah menggunakan senjata biologis. *jahat banget ya... kejam
Tak kenal
menyerah, pasukan muslim terus maju. Sampailah mereka di sebelah selatan
Targoviste, ibukota Wallachia. Sultan Muhammad al Fatih memutuskan untuk
berkemah di sana guna menyiapkan penyerangan menaklukkan Wallachia. Malam itu
dengan kemampuan menyamarnya dan kefasihannya berbahasa Turki, Dracula menyusup
ke perkemahan pasukan muslim. Di sana dia mempelajari formasi dan berbagai hal
penting yang terkait dengan pasukan muslim. Setelah itu secara mendadak, dia
mengomando pasukan berkudanya untuk turun dan menyerang perkemahan pasukan
muslim. Pada Pertempuran Malam ini cukup banyak prajurit muslim yang menjadi
korban. *sediiiih tapi mereka bahagia menjemput kesyahidan
Pada hari
selanjutnya, Sultan Muhammad al Fatih memerintahkan prajuritnya untuk mengepung
Targoviste. Ketika Sultan memasuki gerbang kota yang tidak dijaga itu, Sultan
terkejut bukan main. Di dalam kota Targoviste itu 20.000 prajurit muslim dibantai
dengan cara dipancang. Kota itu sudah penuh dengan tiang pancang yang tak
ubahnya seperti hutan, dengan mayat-mayat membusuk tersangkut di tiang-tiang
pancang itu. Darah pun mengering dan bau bangkai menyengat hidung. Karena tidak
tahan menatap kebiadaban itu, Sultan memerintahkan prajurit untuk mundur keluar
Targoviste. Seperti itulah kebiadaban Dracula. nah lho apa namanya kalo bukan jahat bin kejam bin bengis...??
Dia dibunuh pada tahun 1477 di
jalan antara Bukares dan Giurgiu. Kepalanya dipenggal dan dibawa ke hadapan
Sultan Muhammad al Fatih di Konstantinopel..
Jadi, Siapa
pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud
II Sang Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk
Dracula. Ialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi
Danua Snagov.
panjang banget ya? hehhe semoga paham... :) :)
Ehem ehem biar
mudah memahami, berikut kronologinya:
KRONOLOGIS SINGKAT
PENAKLUKAN DRACUL
Ø
Sejak berumur 13 tahun,
vlad III dracul dan adiknya radu cel frumos, dijadikan jaminan bagi kesetiaan
ayahnya terhadap kesultanan utsmani
Ø
Berbeda dengan adiknya yang
memilih menjadi muslim, Vlad III malah memendam kebencian terhadap Islam dan
terhadap ayahnya yg mau tunduk pada Islam.
Ø
Dalam hatinya, Vlad III
selalu cari cara untuk menghancurkan kaum Muslim dan memngembalikan kehormatan
ordo naga yg dilantik penguasa kristen.
Ø
Sampai pada suatu waktu dia
memiliki kesempatan untuk menjadi pasukan menuju wallachia utk membebaskan
tanahnya yg dijajah pihak Hungaria (menyusup)
Ø
Tak lama kemudian dracula
membelot dari pasukan Islam, membunuhi semua pasukan yg membantunya menguasai
kembali wallachia, ia khianat..
Ø
Tatkala mengetahui kejadian
ini, Sultan Al-Fatih tugaskan Hamzah Pasha untuk membawa 10.000 pasukannya
untuk membawa dracula ke istanbul
Ø
Dengan kejeniusan perangnya
dan kelicikan strateginya, 10.000 pasukan hamzah pasha dipancang, dan
ditegakkan laksana hutan mayat
Ø
Tatkala Sultan Al-Fatih
berjalan menuju tempat itu pada 1461, terkejutlah ia saat melihat 10.000 mayat
yg dipancang dengan kejam
Ø
Masing2 mereka ditusuk dari
dubur, lalu ujungnya ada yg keluar dari mulut, kepala, leher, bahkan dadanya,
ditegakkan laksana hutan
Ø
Mayat2 kaum Muslim itu
sudah membusuk, 10.000 orang, dan mayat Hamzah Pasha dipancang paling tinggi
untuk menggambarkan pangkatnya
Ø
Getir menyelimuti dada
Sultan Al-Fatih, penghinaan dan penyiksaan yang sangat luar biasa kejamnya
dilakukan oleh Vlad III Dracul
Ø
Semenjak itu dia dijuluki
Vlad sang pemancang (vlad the impaler) dan bram stoker terinspirasi kekejaman
itu untuk novelnya
Ø
Setelah kejadian itu,
Sultan Al-Fatih menugaskan 90.000 pasukannya untuk mengepung dracula di
kastilnya, dengan adik dracula sebagai komandan
Ø
Pada 1462 cetatea poenari
dikepung kaum Muslim, kastil yg menjulang tinggi di bukit itu jadi saksi
pertempuran malam (atacul de noapte).
Ø
Atas izin Allah, Radu Cel
Frumos berhasil menguasai Wallachia kembali, mengembalikannya pd Islam dan
menghentikan kakaknya
Ø
Pada sekitar 1476, Dracula
terlibat dalam perang dgn tentara spahi utsmani yg dikirim oleh Sultan Al-Fatih
di dekat Bucharest.
Ø
Disana Dracula berhasil
dipenggal. kepalanya dibawa ke Istanbul, dihadapkan kepada al-fatih sebagai
bukti kematiannya
Ø
Kepalanya adalah bukti
bahwa org yg bengis dan haus darah ini benar-benar telah mati, sedangkan
badannya dikubur di biara snagov
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber:
Buku “Muhammad Al-Fatih 1453″ – Ustadz Feliz Siauw
http://mkydmi.wordpress.com/2013/08/17/sejarah-nyata-dracula-dan-muhammad-al-fatih/




Wah, baru tahu saya, ada buku semacam ini. Keren, menyatukan dua "tokoh" dunia dalam satu buku. Saya jadi penasaran banger pengen baca bukunya. Di mana saya bisa dapet bukunya, ya? :3
BalasHapusini dik nabila? salam kenal ^^
Hapusiya dik, bagus bukunya...
kalo berminat memiliki, kemarin saya sudah konfirmasi ke panitia AF, bukunya ada dan in syaa Allah diskon 10%..