Dik,
apa kabar hati? Apa kabar iman? Adakah ia masih tetap lurus dan kokoh?
Dik, apa kabar.....................? J
Semoga senantiasa dalam keadaan yang baik dan dalam perbaikan…. Jangan lupa berdoa, memohon kemantapan hati..
Karena bila Allah sudah memberi petunjuk kepada
seseorang, maka takkan ada satu orang atau apapun yang dapat menyesatkannya.
Namun, bila Allah telah menyesatkan seseorang, maka banyaknya kata dan usaha
takkan mampu membuatnya berada dalam petunjuk. Maka berdo’alah, dik..
Yaa Muqalibal Quluub, Tsabit Qulubanaa ‘alaa
Thaa’atik..
Yaa Muqalibal Quluub, Tsabit Qulubanaa ‘alaa
Diinik.. Aamiin Yaa Mujibussaailin..
Dik, ini sebuah syair untukku..
Syair ini dikutip dari buku Ibnu Qoyyim Al-Jauzi J
Semoga syair ini bias melembutkan hatimu dan
hatiku dengan air mata. Karena syair ini telah mampu membuat imam Ahmad
menangis J
Syairnya berbahasa Arab dan Indonesia, sekalian
belajar Bahasa Arab J
إذَا مَا قَالَ لِي رَبِّي أمَا استحييتَ تَعصينِي
Jika Rabb-ku mengatakan
kepadaku: “Tidak malukah kau bermaksiat kepada-Ku?!
وتُخفي الذَّنبَ عن خَلْقي وبالعصيان تأتيني
Engkau
menutupi dosa dari para makhluk-Ku, tapi malah dengan kemaksiatan kau
mendatangi-Ku!”
فكيف أجيب يا ويحي ومن ذا سوف يحميني
Maka bagaimana aku menjawabnya, dan siapa yang mampu melindungiku…
أسلي النفس بالآمال من حين إلى حينِ
Aku terus menghibur diri
dengan angan-angan (dunia) dari waktu ke waktu…
وأنسى ما وراء الموتِ ماذا بعدُ تكفيني
Tetapi aku lalai dengan
perihal setelah kematian, tentang apa yang dapat mencukupiku setelah itu…
كأني قد ضمِنْتُ العيشَ ليس الموت يأتيني
Seolah aku akan hidup terus, dan maut tidak akan menghampiriku…
وجاءت سكرة الموتِ الشديدةُ من سيَحْميني
Saat sakaratulmaut yang
dahsyat itu benar-benar datang, siapakah yang mampu melindungiku…
نظرتُ إلى الوجوهِ أليسَ منهم من سيفديني
Aku melihat wajah orang-orang…
Tidakkah ada diantara mereka yang mau menebusku?!
سأُسْأَل ما الذي قدَّمتُ في دنيايَ يُنجيني
Aku akan ditanya, tentang apa
-yang kukerjakan di dunia ini- yang dapat menyelamatkanku…
فكيف إجابتي من بعدُ ما فرَّطتُ في ديني
Maka bagaimanakah jawabanku setelah aku lupakan agamaku…
ويا ويحي ألم أسمع كلام الله يدعوني
Sungguh celaka aku… Tidakkah
ku dengar firman Alloh yang menyeruku?!
ألم أسمع بما قد جاء في قافٍ وياسينِ
Tidakkah pula kudengar
ayat-ayat yang ada di Surat Qoof dan Yasin itu?!
ألم أسمع بيوم الحشر يوم الجمع والديني
Bukankah kudengar tentang hari
kebangkitan, hari dikumpulkan, dan hari pembalasan itu?!
ألم أسمع منادي الموتِ يدعوني يناديني
Bukankah kudengar pula panggilan kematian yang terus melayangkan
panggilan dan seruan kepadaku?!
فيَا ربَّاه عبدٌ تائبٌ من ذا سيأويني
Maka ya Robb… akulah hambamu
yang bertau
سوى ربٍّ غفورٍ واسعٍ للحقِّ يهديني
Melainkan Robb yang Maha Pengampun, lagi Maha Luas Karunianya…
Dia-lah yang menunjukkan hidayah kepadaku
أتيتُ إليك فارحمني وثقِّل فِي موازينِي
Aku telah datang kepada-Mu…
maka rahmatilah aku, dan beratkanlah timbanganku…
وخفف في جزائي أنت أرجى من يُجازيني
Ringankanlah hukumanku…
Sungguh Engkaulah yang paling kuharapkan pahalanya untukku..

Komentar
Posting Komentar