Langsung ke konten utama

Cadar dan Lisan Manusia



Karena cadar itu hak setiap muslimah..
.
-----
.
Maka kita tidak berhak melarang kawan kita mengenakannya.
.
Dengan mengungkit masa lalunya, misal.
✖ "Kamu kan dulu yang pakai baju buka-bukaan, kenapa sekarang pakai cadar sih? Jelek.."
✖ "Kamu kan dulu pacaran sama itu. Lhah kok pke item2?"
✖ "jangan-jangan kamu cuma ikut trend pakai cadar ya.."
.
Atau berkenaan dengan ilmu yang belum ia raih dengan sempurna.
✖ "Kamu aja ngaji masih terbata-bata, kok pakai cadar sih.."
.
Atau semisalnya..
.
.
Tolong..
Jangan lakukan itu..
.
Bila kita tidak mau mengenakannya,
Bila kita belum siap,
Minimal kita tidak memecahkan semangat kawan kita..
.
Tetaplah berhati-hati dengan lisan ini..
Jika tak bisa mengajaknya dalam kebaikan.
Jangan sampai mengajaknya ke liang kesalahan.
.
Bila tak sanggup berbicara baik,
Diam tentu lebih selamat.
.
.
Baiklah, memang dia pernah berbuat kesalahan di masa lalu, namun siapa tau bagaimana pertaubatannya kepada Rabbnya.. Dan ampunan Allah itu amatlah luas.
.
Ikutan trend?
Memang cadar sedang menjadi trend (banyak yang mengenakan), namun apa hak kita menilai hati seseorang.. Meskipun memang terbukti ada indikasi demikian, sebaiknya nasihati dengan kalimat yang baik.
.
Adapun tentang ilmu yang belum banyak dimilikinya, ngaji yang masih terbata, maka semestinya kita memberi jalan untuknya belajar. Atau memberi udzur kepadanya serta mendoakannya.
.
.
Jangan sampai karena lisan kita,
Seseorang menjadi hancur berkeping semangatnya. Allahul musta'an
.
Dan jangan sampai kita celaka karena lisan kita. Allahul musta'an
.
Semoga cermin di rumah cukup besar untuk berkaca diri dan amal sehingga tak menyibukkan diri dengan mengomentari kawan yang berjalan ke arah kebaikan.
.
Dan alangkah indahnya bila kita mengikuti jejak mereka yang berhijrah, sesuai kadar kita, sesuai kemampuan dan kapasitas kita.
.
Dan berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat)! Tentu sangat indah..
.
Fokus pada diri sendiri.. Dan beri udzur untuk orang lain..
.
.
.
.
Maafkan saudarimu ini..
Saudarimu fillah,
28 DzulHijjah 1438
[@nisaa_ummumaryam]
#cadar #ilmu #diarynisa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...