Langsung ke konten utama

Ketika Kau Terpuruk, Lihatlah Siapa Sahabatmu..


Ketika musibah atau ujian datang,
Ketika masa terpuruk itu melanda,
Maka saat itulah saat yang tepat untuk menghitung berapa banyak sahabatmu.

Ketika masa itu tiba,
Terbukalah tabir siapa yang dengan segala kerendahan hatinya menolongmu memperbaiki semuanya.

Karena sahabat bukan hanya teman yang ada ketika bahagia.
Namun sahabat fillah adalah ia yang juga membantu bangkit dari keterpurukan.

Mereka yang tetap di sisimu saat terpurukmu layak untuk disebut sahabat.

Sebagaimana telah ditanyakan kepada seseorang, "berapa jumlah shahabatmu?"
Lalu ia menjawab, "Tunggulah. Akan aku hitung ketika aku mendapat musibah."

Teman untuk diajak bersenang gembira itu banyak, namun sedikit sekali teman yang mau membantu kala gulita menghampiri.

Jika telah mendapatkan mereka,
Ingatlah siapa saja mereka itu..
Doakan mereka dengan doa-doa terbaikmu.. Doakan agar mereka juga senantiasa mendapat hidayah, dapat merasakan manhaj salaf, bersama ke Jannah, dll..
Jangan sakiti mereka.. Bantu mereka ketika mereka di posisi terpuruk..

Jangan lupa untuk menjadi sahabat yang baik untuk orang terdekat kita.

Dan ingat,

ما كان الله أبقى
"Semua yang karena Allah maka akan (langgeng)"

Maka bawalah persahabatan itu karena Allah. Cinta yang karena Allah akan kuat ketika ketaatan bertambah dan akan berkurang ketika bermaksiat. Begitupun persahabatan karena Allah.

Bila telah menemukan mereka, genggam erat tangannya, ajaklah bersama ke SurgaNya (ajak kajian, doakan kebaikan, jangan sakiti hatinya, dll)..

Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimush shalihaat
To all my best friend, Uhibbukunna fillah

6 DzulHijjah 1438
[@nisaa_ummumaryam]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...