Langsung ke konten utama

Cadar dan Manhaj


Semua muslimah berhak memakai cadar. Semua muslim berhak mengenakan celana cingkrang (laa isbal) dengan jenggot menghiasi wajahnya.
Karena memang semua itu adalah syariat.
.

Karena hal itu,
Maka kita tidak berhak melarang seseorang melaksanakan syariat tersebut.
Jangan menggembosi kawan kita..
.
Namun, karena semua hal tadi adalah perkara syariah, maka tidak bisa kita melihat manhaj seseorang hanya dari penampilan lahirnya.
.
Penampilan boleh sama. Tapi cara berpikir tentang agama ini bisa jadi berbeda.

Tidak salah,
Bahwa tidak semua yang mengenakan cadar itu manhajnya salaf.
Begitupun yang bercelana cingkrang dan berjenggot.
Itulah kenyataannya.
.
Maka penampilan bukanlah standar manhaj.
Apa lagi model cadar dijadikan standar manhaj. Allahul musta'an. Sungguh tidak diajarkan hal seperti ini.
.
Pakaian itu bisa dibeli, penampilan bisa dirubah. Namun tidak dengan cara berpikir dalam beragama.
.
.
Maka bila kita ingin mencari teman shalihah,
Jangan hanya lihat pakaian semata.
Tapi lihat bagaimana ia berpikir dan beragama.
.
Bila ingin mencari guru, lihatlah dengan siapa saja calon guru kita tersebut berteman.
Karena teman duduk akan sangat mempengaruhi seseorang.
.
.
Jadi,
Mari bedakan antara penampilan fisik dengan cara berpikir.
.
Sehingga..
Pandai-pandailah mencari teman duduk dan panutan..
Jangan hanya berpatokan pada penampilan..
.
Bila belum punya shahabat, minta pada Allah ya..
Semoga Allah segera berikan shahabat dalam ketaatan yang menasihati kala lupa dan khilaf, menyemangati kala futur melanda, dan tetap ada kala terpuruk. Shahabat yang mengajak bersama ke surga. Indah, masyaallah..
.
Adapun tentang panutan, kenalilah ibu-ibu kita -semoga Allah meridhai mereka. Ibu yang tidak melahirkan kita, namun mereka adalah istri2 rasul, teladan wanita muslimah sepanjang masa.

Juga berkenalanlah pada shahabiyah radhiyallahu 'anha beserta perempuan-perempuan yang berpegang teguh dengan agama ini, menggigit sunnah dengan erat.
.
Sungguh, telah datang banyak keteladanan yang bisa kita ambil dari mereka.
.
.
1 Muharam 1439
©Nisaa Ummu Maryam || [@nisaa_ummumaryam]
#cadar #manhaj

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...