Langsung ke konten utama

Muslimah Tersembunyi di Balik Akun

Kami sembunyi, tanpa foto profil bukan berarti kami tidak ada…
Kami sembunyi, tanpa foto selfie di beranda bukan berarti kami tidak bisa eksis…

Kami sembunyi, hanya menulis atau mengapload/menge-share status tentang nasehat-nasehat syari'at Islam…

Kami tersembunyi, bukan berarti akun kami palsu…


Tak perlu foto profil dan selfi diberanda, Seperti halnya jilbab yang diwajibkan atas setiap (Muslimah) agar tidak diganggu [Q.S al Ahzab: 59],

Maka
Kami sembunyikan foto-foto itu hanya ingin terjaga dari fitnah pandangan...


▷▷ Perlunya kami hanya menulis status tentang nasehat-nasehat syari'at Islam, sebab ingin kebaikan yang dicatat disisi kami,

Apapun yang keluar dari lisan kami akan dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid (Q.S Qāf: 18)...

•••••••••••••••♡♡♡♡♡♡♡♡•••••••••••••••••


▶▶ Kami ada, namun hanya tak terlihat oleh mata di media sosial...

▶▶ Kami ada, namun hanya berbeda cara menampakkan diri di media sosial...


🌺🌺 Cara pandang manusia memanglah berbeda, mungkin ini terlihat aneh disebagian orang, namun itulah cara kami eksis di dunia maya dengan tersembunyi dibalik akun-akun kami...


📝Ummu Muhammad Abdillah
📷 @nisaa_ummumaryam
#nasehat untuk diriku sendiri dan para akhawa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulis Bebas tentang "Pandangan Mata"

Oleh: Hanif Fakhrunnisa Pandangan mata ibarat anak panah yang mampu menusuk hati. Bagaimana tidak, seorang alim nan masyhur hafalannya rontok hanya karena tertarik melihat seorang wanita. Kemudian ia beristigfar karena kelalaiannya. Astagfirullah. Telah sampaikah kepada kita, cerita nan penuh faidah tentang seorang alim yang terpikat pada mata seorang muslimah pemakai cadar. Lalu sang alim mengikuti wanita tersebut, hingga pada suatu tempat, wanita itu bertanya, "Mengapa kau mengikutiku?" Sang alim menjawab, "Aku tertarik pada matamu." Kemudian wanita itu menyuruh sang alim menunggu sebentar. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang pelayan perempuan keluar dengan membawa mangkuk. Terkejutlah hati sang alim, karena mangkuk tersebut berisi sepasang masta milik wanita tadi. Astagfirullah. Menyesal sudah sang alim. Tak sanggup ia berkata. Ia meminta maaf berkali-kali, namun tiada guna. Bagaimana sang wanita? Beberapa saat kemudian wanita terseb...